BSI Resmi Jadi Persero, Siap Tancap Gas?
Kabar baru datang dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Secara administratif, BSI kini resmi menyandang status sebagai perusahaan Persero. Perubahan ini merupakan hasil keputusan para pemegang saham dalam RUPSLB pada 22 Desember 2025. Setelah itu, perubahan Anggaran Dasar disetujui oleh Kementerian Hukum pada 23 Januari 2026 dan juga sudah diumumkan lewat keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (IDX).
Dengan status baru ini, penulisan nama resminya pun ikut berubah menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa manajemen siap mendukung langkah-langkah strategis pemerintah yang sejalan dengan kebijakan nasional, khususnya dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Menurutnya, amanah dari para pemegang saham ini akan makin memperkuat kapasitas dan kapabilitas BSI sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air. Harapannya, BSI bisa bergerak lebih lincah, makin solid, dan semakin berperan dalam mendorong ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi nasional. Tak cuma itu, BSI juga ingin ikut mempercepat pengembangan industri serta ekosistem halal di Indonesia.
BSI juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat baru ini dengan tetap mengutamakan tata kelola perusahaan (governance) dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Manajemen optimistis, status sebagai Persero akan memperkuat peran BSI dalam mendukung ekosistem Danantara, terutama di sektor keuangan. Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang BUMN yang menegaskan peran BPI Danantara sebagai pengelola aset dan investasi BUMN.
Ke depan, BSI tak hanya fokus pada bisnis, tapi juga terus membenahi fondasi internal. Penguatan sumber daya manusia, teknologi informasi, dan infrastruktur jadi prioritas, apalagi dengan posisi BSI sebagai motor penggerak industri dan ekosistem halal di Indonesia.
“BSI sudah melewati lima tahun pertama dengan sangat baik, dan sekarang kami siap masuk ke milestone berikutnya,” ujar Anggoro.
Sejak awal merger, BSI memang fokus menjalankan fungsi intermediasi, terutama lewat penyaluran pembiayaan yang langsung menyentuh masyarakat. Mayoritas pembiayaan disalurkan ke segmen ritel dan konsumer, khususnya yang terkait dengan ekosistem halal.
Saat ini, sekitar 90% pembiayaan BSI mengalir ke segmen ritel, konsumer, UMKM, dan komersial skala kecil. Sektor yang dibiayai pun dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, lembaga kesehatan, pegawai, pelaku usaha mikro, kecil, menengah, hingga ekosistem BUMN.
Anggoro menyebut, BSI bersyukur bisa hadir dan melayani umat lewat pembiayaan yang fokus pada segmen konsumer dan ritel agar manfaatnya benar-benar dirasakan luas oleh masyarakat.
Fokus ini akan terus dilanjutkan, ditambah dengan amanah baru yang diterima BSI tahun lalu sebagai bank pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki izin sebagai bank bulion.
Minat masyarakat terhadap layanan emas BSI juga terlihat cukup tinggi. Tercatat, total pembelian emas lewat aplikasi BYOND sudah menembus lebih dari 2,1 ton sejak pertama kali diluncurkan hingga akhir Desember 2025. Layanan bulion ini juga ikut memperluas jangkauan nasabah BSI, yang kini jumlahnya sudah mencapai lebih dari 23 juta orang.
Dengan status baru sebagai Persero, BSI tampaknya makin siap memainkan peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
- Ekonomi Syariah
- Keuangan Syariah
- Perbankan Syariah
- Investasi & Pasar Modal
- Asuransi Syariah
- Bisnis & UMKM
- Halal Food
- Halal Travel
- Komoditi & Emas
- Kripto Syariah
- Teknologi Keuangan
- Motivasi & Sukses
- Tech Update
- Literature
- Music
- Networking
- Sports
- Parenting
- Religion
- Shopping
- Sports