Tidak Bisa Transaksi Forward Membuat Indonesia Kalah Saing

0
89

Kepala Badan Pelaksana BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji), Fadlul Imansyah, blak-blakan soal satu hal: Indonesia masih kalah saing dari Malaysia dalam menarik investasi asing, khususnya di sektor keuangan syariah.

Menurutnya, masalah utama ada di perbedaan regulasi. Malaysia dinilai lebih siap dan fleksibel dalam membuat aturan yang ramah investor global, sementara Indonesia masih punya banyak batasan.

“Pertanyaannya, kenapa kita nggak bisa jadi nomor satu? Malaysia itu benar-benar menjadikan negaranya menarik buat investor asing masuk,” kata Fadlul dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta.

Contoh Nyata: BPKH Sulit Lindungi Nilai Tukar

Fadlul memberi contoh dari pengalaman langsung BPKH. Dalam mengelola dana haji, BPKH perlu membeli dolar AS untuk berbagai kebutuhan operasional jemaah di luar negeri. Idealnya, mereka bisa menggunakan transaksi forward.

Buat yang belum familiar, transaksi forward itu semacam kesepakatan beli valas sekarang dengan harga yang dikunci hari ini, tapi penyerahan uangnya dilakukan nanti. Tujuannya jelas: melindungi nilai dari risiko naik-turunnya kurs.

Masalahnya, BPKH belum bisa melakukan transaksi forward karena fatwa yang ada belum mengatur hal tersebut secara jelas.

“Kami sudah minta fatwa soal forward transaction, supaya nggak perlu beli dolar tiap saat. Kenapa nggak bisa inventori saja? Kalau bentuknya rupiah terus, ada potensi rugi,” jelas Fadlul.

Serba Salah: Nggak Bisa Forward, Nggak Bisa Simpan Dolar

Di sisi lain, BPKH juga tidak bisa seenaknya menyimpan dolar AS sebagai cadangan. Kenapa? Karena secara pembukuan, neraca BPKH berbasis rupiah. Kalau terlalu banyak simpan aset dalam dolar, itu bisa dianggap berisiko secara akuntansi karena ada potensi kerugian nilai tukar.

Jadinya, posisi BPKH serba tanggung: mau lindung nilai dengan forward, belum bisa karena aturan, mau simpan dolar, juga bermasalah secara akuntansi

Situasi ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara praktik keuangan global dan regulasi syariah domestik.

Standar Internasional Belum Sepenuhnya Nyambung

Fadlul juga menyinggung soal standar akuntansi. Menurutnya, praktik yang lazim dipakai di keuangan syariah internasional belum sepenuhnya diterapkan di dalam negeri.

“Secara accounting, saya sudah bahas juga dengan BI. Kita belum menerapkan standar akuntansi syariah yang dipakai internasional. Jadi ketika mau ajak investor global masuk, regulasinya nggak match. Ini juga jadi tantangan,” tegasnya.

Artinya, bukan cuma soal produk atau peluang investasi, tapi juga soal kerangka aturan dan standar pelaporan yang perlu disesuaikan agar lebih kompatibel dengan praktik global.

Tantangan Besar Industri Keuangan Syariah Indonesia

Pernyataan Fadlul ini memberi gambaran bahwa Indonesia sebenarnya punya potensi besar di sektor keuangan syariah, apalagi dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, kalau regulasi dan standar belum selaras dengan kebutuhan industri global, investor asing bisa jadi memilih negara lain yang lebih “siap”, seperti Malaysia.

Ke depan, pembenahan regulasi, fatwa, dan standar akuntansi syariah jadi pekerjaan rumah penting. Tujuannya bukan untuk meninggalkan prinsip syariah, tapi justru membuatnya lebih aplikatif dan kompetitif di level internasional.

البحث
الأقسام
إقرأ المزيد
Keuangan Syariah
Amanah yang Dijual: Pelajaran dari Kasus Dana Syariah Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, produk keuangan berlabel syariah semakin mudah ditemukan. Mulai...
بواسطة Keuangan Syariah 2025-12-25 12:52:03 0 78
Investasi & Pasar Modal
Mengenal Saham dalam Indeks Saham Syariah: Investasi Halal di Pasar Modal
Bagi banyak orang, saham sering dianggap identik dengan spekulasi dan risiko tinggi. Namun dalam...
بواسطة Investasi Saham 2025-12-23 15:59:52 0 73
Investasi & Pasar Modal
Reksa Dana Syariah: Cocok untuk Pemula?
Buat banyak orang, mulai investasi itu rasanya ribet. Takut salah pilih, takut rugi, dan bingung...
بواسطة Investasi Saham 2025-12-22 05:19:41 0 51
Asuransi Syariah
Punya Mobil Ingin Asuransi Mobil Syariah: Gimana Caranya?
Memiliki kendaraan bermotor, khususnya mobil, tentu membawa risiko seperti kecelakaan, pencurian,...
بواسطة Asuransi Syariah 2025-12-31 09:29:28 0 72
Halal Food
Restoran Berlomba-Lomba Kasih Diskon: Halal Nggak Sih?
Diskon makanan di restoran kini menjadi strategi pemasaran yang sangat umum. Mulai dari potongan...
بواسطة Halal Food 2025-12-31 09:40:36 0 72
HABYTE https://habyte.id